
“Akuntabilitas itu sangat penting. Kita membantu penyalurannya serentak mencatat jumlah yang diterima dalam bentuk uang maupun barang. Mengabaikan akuntabilitas berarti menghina kemanusiaan”, tegas Romo Beben.
Pater Yulianus: “Saya tidak menduga mendapat penyambutan semeriah ini. Semua ini mengingatkan saya tentang kehangatan kampung, kehangatan cinta serta pelukan kasih dari semua umat dan keluarga,”
“Perayaan hari ini kiranya dimaknai juga sebagai sebuah momentum introspeksi. Fundasi introspeksinya adalah tentang tugas dan profesi kita sebagai sebuah panggilan. Pada zaman ini, jamak terjadi, di mana kita lebih memikirkan upah yang tinggi dan menguntungkan daripada memberi diri untuk sebuah pelayanan yang tulus. Akhirnya, kita jatuh pada formalisme, larut dalam rutinitas, dan mengabaikan tanggung jawab kita yang sebenarnya,” (Pater Bovan)
Pater Philipus, "menjadi imam adalah kerelaan, kebebasan, dan keberanian, bukan pesanan atau titipan dari orang lain. Suka cita atau kegembiaraan menjalaninya adalah tanda bahwa pilihan saya ini tepat dan saya bersedia menghidupinya dengan penuh syukur dan tanggung jawab."
Kunjungan pastoral di Wilayah Kana pada Rabu (08/07/2026), berlangsung dalam suasana kekeluargaan. genda tatap muka yang dikemas dalam bentuk kunjungan, sosialisasi, dan evaluasi program ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus paroki, yakni Pastor Kepala Paroki, Pastor Vikaris, Diakon, Para pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) dan Dewan Keuangan Paroki (DKP) Santo Fransiskus Assisi Karot.
Dalam upaya mempererat tali persaudaraan serta menyelaraskan derap langkah pelayanan pastoral, Paroki Santo Fransiskus Assisi Karot mengadakan kegiatan kunjungan, sosialisasi, dan evaluasi program paroki di Wilayah Nazaret yang berlangsung di Rumah Gendang Tadong, pada Senin, 7 Juli 2026 pukul 17.00 WITA hingga selesai.