
Pater Yulianus: “Saya tidak menduga mendapat penyambutan semeriah ini. Semua ini mengingatkan saya tentang kehangatan kampung, kehangatan cinta serta pelukan kasih dari semua umat dan keluarga,”
Ket. Foto: Pater Yulianus tiba di Paroki Karot, Rabu (12/8/2026)
Ruteng – Komsos Paroki Karot – Umat Paroki St. Fransiskus Assisi Karot kembali memperoleh berkat atas ziarah imannya melalui tahbisan imam yang diterima putra-putra terbaiknya. Terkini, umat Paroki Karot menyambut Imam Barunya RP. Yulianus Agung yang ditahbiskan sebagai imam religius dalam serikat Xaverian. Penyambutan Pater Yulianus dilaksanakan dengan sangat meriah meliputi ritual adat Manggarai dan aneka atraksi di Pertigaan SPBU Mbaumuku, Ruteng Rabu (12/8/2026).
Di sana, Pater
Yulianus bersama rombongan diterima dengan Adak Tuak Curu dan pengalungan
selendang serta topi adat Manggarai oleh Para Tetua Paroki dari Paroki Karot
yang sudah menunggu kedatangan sang gembala. Dengan ritual itu, umat paroki
Karot menunjukkan kebahagiaan dan penerimaan yang tulus atas imam barunya.
Penerimaan bukan hanya dengan kata-kata, melainkan juga dengan materi sebagai
simbol pemberian segenap jiwa dan raga bagi setiap orang yang diterima.
“Saya tidak menduga mendapat penyambutan semeriah ini. Semua ini mengingatkan saya tentang kehangatan kampung, kehangatan cinta serta pelukan kasih dari semua umat dan keluarga,” kata Pater Yulianus dengan penuh haru.
Momentum kembali ke rumah ini sangat emosional bagi Pater Yulinus. Bersama rombongannya, tokoh umat, Pater Rio Edison, OFM (Vikaris Parokial Karot), dan umat paroki Karot, Pater Yulianus memberkati setiap rumah adat (Gendang Tadong, Tambor Tadong, Gendang Curu) di wilayah tersebut. Di Gendang Curu, Pater Yulianus menumpahkan air matanya bersamaan dengan doa dan berkat yang diberikannya bagi rumah dan halaman tempat ia bertumbuh dan dibesarkan.
“Rumah ini
merupakan tempat masa kecil saya. Di sini kami bermain dan menimba banyak
kebijaksanaan hidup dari orang tua, saudara dan saudari,” demikian Pater
Yulianus mengingat perjalanan hidupnya.
Penyambutan Pater Yulianus berlanjut di Aula Paroki Karot. Di sana Pater dan Rombongan mengikuti ritual adat Manuk Kapu sebagai simbol kehangatan kasih dari tuan rumah Karot seluruhnya yang diwakili oleh Pastor Rekan, Pengurus DPP-DKP, dan sejumlah tokoh masyarakat dan umat.
Acara penyambutan
ini ditutup dengan ibadat singkat yang dipimpin oleh Pater Yulianus. Dalam ibadat
tersebut Pater Yulianus menyampaikan pesan persaudaraan dan dialog sebagai
fundasi hidup bersama dalam gereja dan masyarakat.
Ratusan umat Karot hadir dalam pejemputan imam baru ini mulai dari Wae Garit dan dimeriahkan oleh regu Ronda Paroki Karot, Drum Band dari SMK Sta. Mathilda Ruteng, serta seguhan lagu-lagu hiburan dalam acara resepsi sederhana di Aula Paroki Karot. Misa syukur tahbisan Pater Yulianus akan berlangsung di Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Karot, Jumat (14/8/2026) dengan tema “apa yang dikatakan kepadamu, buatlah demikian” yang sekaligus merupakan motto tahbisannya.
Berita dan Foto: