
Katekese Adven 2025 sebagai persiapan menuju sinode IV tahun 2026, lanjutnya, menjadi sarana yang baik untuk mengevaluasinya. Melihat hal baik yang sudah berjalan, dan juga melihat kekurangannya, yang perlu dibenahi.
RD. Andy Jeramat
Ruteng (Komsos Karot) – Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Ruteng RD. Andy Jeramat mengajak seluruh umat Paroki St. Fransiskus Assisi Karot wujudkan sinodalitas melalui partisipasi aktif dalam katekese adven 2025. Hal itu disampaikannya ketika melakukan Sosialisasi Katekese Adven 2025 kepada seluruh ketua KBG Paroki Karot di Aula Paroki St. Fransiskus Assisi Karot, Sabtu (29/11/2025).
Sebagai
persiapan menuju Sinode IV tahun 2026, di awal kegiatan ini Romo Andy sampaikan
keprihatinan yang menjadi konsen urun rembuk dalam Sinode III yaitu corak
pastoral yang liturgisentris. Sebelum sinode III menurutnya, pola pastoral kita
sangat terpusat pada liuturgi.
“Pada sinode III,
pola pastoral yang berpusat pada liturgi itu dievaluasi dan diberi arah baru.
Karenanya pola pastoral yang meresapi implementasi sinode III mulai diarahkan
pada liturgi yang hidup guna memantapkan jati diri gereja Keuskupan Ruteng yang
beriman utuh (solid), dinamis (mandiri), dan transformatif (solider),” terang
Romo Andy.
Menurut Romo
Andy, implementasi sinode III dalam berbagai program telah membawa dampak yang
signifikan bagi kehidupan umat. Kesaksian dari banyak umat tentang manfaatnya
begitu banyak. Dalam setiap pertemuan monitoring dan evaluasi, utusan dari
paroki-paroki mengangkat serta kesaksian umat tentang manfaatnya yang meliputi
antara lain pemberdayaan ekonomi, solidaritas, bidang sosial karitatif, dan
dialog sebagai bentuk dari gereja yang mau berjalan bersama, katanya.
Oleh karena itu,
Katekese Adven 2025 sebagai persiapan menuju sinode IV tahun 2026, lanjutnya,
menjadi sarana yang baik untuk mengevaluasinya. Melihat hal baik yang sudah
berjalan, dan juga melihat kekurangannya, yang perlu dibenahi.
“Sebagai
persiapan menuju sinode IV, kita perlu data. Sebab itu selain katekese adven
ini, kita juga sudah menyebarkan quisioner evaluasi ketercapaian sinode III
kepada seleruh elemen umat. Tolong diisi seobyektif mungkin untuk sama-sama melihat
apa yang kurang dan belum maksimal dalam perjalanan bersama di Sinode III.
Jawaban umat akan dipakai sebagai in put dalam sidang Sinode IV yang menjadi
momentum untuk merumuskan visi-misi (arah dasar pastoral), dan desain program pastoral untuk sepuluh
tahun ke depan (2027-2036),” demikian Romo Andy.
Romo Andy juga
menegaskan agar angket maupun lembaran in put yang menyertai proses katekese diisi
dan dicatat seobyektif mungkin. “Kita mau ukur dan mendalami, apakah yang
dilaporkan paroki pada tingkat monev kevikepan yang tampak baik, sungguh
terjadi di KBG atau tidak? Angket ini bertujuan mengukur obyektifitas itu. Sehingga
isilah angket ini dengan jujur dan sesuai dengan apa yang terjadi”, tegas Romo
Andy.
Kegiatan
sosialisasi ini berlanjut dengan simulasi katekese. Para ketua KBG yang hadir
dibagi ke dalam kelompok-kelompok dan terlibat dalam proses simulasi untuk
mendapat gambaran dalam pelaksanaanya di KBG masing-masing. Setelah membuat
simulasi, Romo Andy meminta para ketua KBG untuk sharingkan proses simulasi untuk
diberikan tanggapan serta penegasan bagi para fasilitator terkait dengan
hal-hal praktis dalam proses katekese.
Menutup kegiatan
sosialisasi ini, Pastor paroki St. Fransiskus Assisi Karot, Pater Bonivantura
Y. Lelo, OFM mengharapkan agar KBG-KBG
bisa membuat katekese ini dengan baik. “Saya berharap kegiatan ini bisa membawa
kita untuk hidup dalam persekutuan, memantik kepeduliaan melalui
pikiran-pikiran yang positif demi perkembangan hidup bersama. Dan terlebih saya
mohon agar melalui katekese adven ini kita mendapat input dari umat Paroki
Karot sebagai data bagi perumusan arah dan implementasi Sinode IV yang akan
datang,” kata Pater Bovan.
Hadir dalam kegiatan sosialisasi ini adalah seluruh perangkat DPP-DKP, Para Suster, Para Ketua Stasi, dan seluruh ketua KBG separoki St. Fransiskus Assisi Karot. (Sipri Kantus)